
Mahasiswa PJJ Keperawatan Laksanakan OSCE Berbasis Digital di Laboratorium OSCE Prodi D3 Keperawatan Waikabubak
Waikabubak — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keperawatan melaksanakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Laboratorium OSCE Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak. Kegiatan ini diikuti oleh 22 mahasiswa tingkat akhir dan dilaksanakan dalam 2 sesi. Pelaksanaan OSCE menjadi salah satu tahapan penting dalam mengevaluasi kesiapan mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan, khususnya dalam penguasaan kompetensi klinis yang menjadi bagian integral dari profesi keperawatan.
Pelaksanaan OSCE kali ini memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswa PJJ Keperawatan dalam mengikuti penilaian OSCE berbasis aplikasi digital. Seluruh proses penilaian menggunakan OSCE Digital, mulai dari proses asesmen pada setiap stasiun hingga pencatatan hasil penilaian oleh penguji. Penerapan sistem digital tersebut memungkinkan hasil penilaian dapat diketahui dan direkap secara real-time, sehingga memberikan gambaran hasil OSCE dengan lebih cepat, sistematis, dan terdokumentasi.
Pemanfaatan OSCE Digital juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dan penguji dalam melaksanakan asesmen kompetensi klinis dengan dukungan teknologi. Sistem ini membantu proses penilaian menjadi lebih terstruktur karena setiap komponen kompetensi dapat dicatat langsung oleh penguji sesuai instrumen yang telah ditetapkan. Dengan demikian, hasil penilaian tidak hanya menjadi dokumen evaluasi, tetapi juga dapat memberikan gambaran capaian kompetensi mahasiswa secara lebih cepat dan akurat.
Pelaksanaan kegiatan dipantau secara langsung oleh Ketua Program Studi PJJ Keperawatan, Domianus Namuwali, S.Kep., Ns., M.Kep. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kesiapan stasiun, pelaksanaan ujian, proses penilaian, hingga penggunaan aplikasi OSCE Digital, berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Dari sisi teknis, pelaksanaan OSCE didukung oleh persiapan tempat, ruang/stasiun OSCE, sarana dan prasarana laboratorium, peralatan praktik, serta perangkat pendukung aplikasi digital. Kesiapan fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pelaksanaan ujian. Kerja sama antara Program Studi PJJ Keperawatan dengan Prodi D3 Keperawatan Waikabubak juga berjalan dengan baik sehingga seluruh mahasiswa dapat mengikuti ujian sesuai dengan pembagian sesi yang telah ditentukan.
Tujuan Pelaksanaan OSCE
Secara umum, kegiatan OSCE bertujuan untuk mengevaluasi secara objektif keterampilan klinis mahasiswa tingkat akhir Program Studi PJJ Keperawatan sebelum menyelesaikan pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghayati peranan dan fungsi perawat sebagai anggota profesional pemula dalam keperawatan, sebagai bagian dari tim kesehatan, serta sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan.
Selain itu, pelaksanaan OSCE bertujuan memastikan mahasiswa telah memenuhi kompetensi klinis utama yang diperlukan sebagai dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional keperawatan. OSCE memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan klinis, komunikasi, pengambilan keputusan, keselamatan pasien, serta perilaku profesional dalam situasi yang disimulasikan secara terstruktur.
Secara khusus, setelah mengikuti kegiatan OSCE, peserta didik diharapkan mampu menerapkan berbagai kategori kompetensi, meliputi:
- Komunikasi terapeutik, edukasi, dan konseling, terutama dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi, sirkulasi, cairan dan elektrolit, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, aman dan nyaman, psikososial, seksual, serta kesehatan reproduksi.
- Pengkajian, yang mencakup kemampuan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada berbagai kebutuhan dasar pasien, meliputi kebutuhan oksigenasi, sirkulasi, cairan dan elektrolit, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, aman dan nyaman, psikososial, seksual, serta kesehatan reproduksi.
- Diagnosis dan perencanaan keperawatan, meliputi kemampuan melakukan analisis dan interpretasi data, menetapkan diagnosis keperawatan, serta menyusun perencanaan keperawatan berdasarkan kebutuhan pasien, khususnya pada aspek oksigenasi, sirkulasi, cairan dan elektrolit, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, aman dan nyaman, psikososial, seksual, serta kesehatan reproduksi.
- Implementasi keperawatan, baik tindakan mandiri maupun kolaborasi, sesuai dengan kebutuhan pasien dan berdasarkan prinsip keselamatan serta standar praktik keperawatan.
- Evaluasi keperawatan, yaitu kemampuan mahasiswa dalam menilai respons pasien terhadap tindakan yang telah diberikan, mengidentifikasi pencapaian tujuan keperawatan, serta menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi.
- Perilaku profesional, yang mencakup sikap, etika, komunikasi, tanggung jawab, keselamatan pasien, kepatuhan terhadap prosedur, serta kemampuan bekerja sebagai bagian dari tim kesehatan.
Seluruh kategori kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu melakukan tindakan secara teknis, tetapi juga mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir klinis, komunikasi terapeutik, pengambilan keputusan, dan perilaku profesional dalam memberikan asuhan keperawatan.
Pelaksanaan Ujian pada Stase OSCE
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti sejumlah stasiun OSCE yang dirancang untuk menguji kemampuan klinis pada berbagai situasi dan kebutuhan pasien. Stasiun-stasiun yang dilaksanakan antara lain:
- Pemasangan oksigen nasal kanul.
- Pemberian makan melalui Naso Gastric Tube (NGT) pada anak.
- Pemeriksaan Leopold pada klien dewasa di poli hamil.
- Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada klien dewasa di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
- Pemasangan kondom kateter pada klien dewasa di ruang rawat inap.
- Latihan walker pada klien dewasa di klinik.
- RPK pada klien dewasa di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
- Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit pada klien dewasa di Unit Gawat Darurat Penyakit Dalam.





Setiap stasiun memberikan skenario dan tuntutan kompetensi yang berbeda. Mahasiswa dituntut mampu membaca situasi klinis, melakukan komunikasi dengan klien, melakukan pengkajian, menentukan tindakan yang sesuai, melaksanakan prosedur secara sistematis, memperhatikan prinsip keselamatan pasien, serta menunjukkan sikap profesional selama proses ujian.
Dengan model OSCE tersebut, kemampuan mahasiswa dapat dinilai secara lebih komprehensif karena tidak hanya berfokus pada kemampuan melakukan suatu tindakan, tetapi juga pada bagaimana mahasiswa berkomunikasi, melakukan pengkajian, mengambil keputusan, melaksanakan intervensi, mengevaluasi hasil tindakan, dan menunjukkan perilaku profesional.
Penguji dan Koordinator Stasiun
Pelaksanaan OSCE melibatkan penguji yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang keperawatan. Para penguji yang terlibat dalam kegiatan ini adalah:
- Domianus Namuwali, S.Kep., Ns., M.Kep.
- Maria Sambriong, SST., MPH.
- Roswita Victoria Rambu Roku, S.Kep., Ns., MSN.
- Uly Agustine, S.Kp., M.Kep.
- Petrus Belarminus, S.Kep., Ns., M.Kep.
- Shelfi Dwi Retnani Putri Santoso, S.Kep., Ns., M.Kep.
- Wanto Paju, S.Kep., Ns., M.Kep.
- Maria Mencyana Pati Saghu, S.Kep., Ns., M.Kes.
- Grasiana Florida Boa, S.Kep., Ns., M.Kep.
- Anastasius Renda, S.Kep., Ns.
Sementara itu, Koordinator Stasiun OSCE dalam kegiatan ini adalah Soleman Buni Lero, S.Kep., Ns. Koordinator bertanggung jawab dalam mendukung kesiapan dan koordinasi pelaksanaan pada setiap stasiun sehingga proses ujian dapat berjalan sesuai dengan alur dan ketentuan yang telah ditetapkan.
OSCE Digital: Penilaian Lebih Cepat dan Real-Time

Salah satu inovasi utama dalam pelaksanaan OSCE kali ini adalah penggunaan aplikasi OSCE Digital. Bagi mahasiswa PJJ Keperawatan, penggunaan sistem ini merupakan pengalaman pertama dalam mengikuti penilaian OSCE berbasis aplikasi.
Melalui aplikasi tersebut, penguji dapat memasukkan hasil penilaian secara langsung pada saat mahasiswa melaksanakan keterampilan klinis di masing-masing stasiun. Data penilaian kemudian dapat direkapitulasi secara digital sehingga hasil OSCE dapat diketahui secara real-time.

Penggunaan aplikasi juga memberikan sejumlah manfaat, antara lain mempercepat proses rekapitulasi nilai, mengurangi pekerjaan administratif secara manual, meminimalkan risiko kesalahan dalam penghitungan nilai, serta membuat dokumentasi hasil asesmen menjadi lebih terstruktur. Bagi mahasiswa, sistem ini juga memberikan pengalaman mengikuti proses evaluasi kompetensi yang selaras dengan perkembangan digitalisasi dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Penerapan OSCE Digital diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknologi dalam proses penilaian, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sistem asesmen yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Apresiasi atas Kerja Sama Antar Prodi
Pelaksanaan OSCE mahasiswa PJJ Keperawatan dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak, khususnya Prodi D3 Keperawatan Waikabubak yang telah mempersiapkan tempat, sarana dan prasarana Laboratorium OSCE, serta berbagai kebutuhan teknis yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.
Atas dukungan tersebut, Ketua Program Studi PJJ Keperawatan, Domianus Namuwali, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prodi D3 Keperawatan Waikabubak atas kerja sama yang baik dalam mendukung pelaksanaan OSCE mahasiswa PJJ Keperawatan.
Persiapan fasilitas yang baik menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana ujian yang kondusif. Ketersediaan ruang dan stasiun OSCE, peralatan keterampilan klinis, sarana pendukung, serta dukungan teknis selama penggunaan aplikasi OSCE Digital turut memastikan seluruh proses dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Secara keseluruhan, pelaksanaan OSCE yang diikuti 22 mahasiswa dalam 2 sesi tersebut berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. Mahasiswa dapat mengikuti seluruh stasiun yang telah disiapkan, sementara penguji dapat melaksanakan proses asesmen menggunakan instrumen digital.
Pelaksanaan ini menjadi salah satu langkah positif dalam penguatan sistem evaluasi kompetensi mahasiswa PJJ Keperawatan. Selain mengukur kesiapan mahasiswa tingkat akhir dalam aspek keterampilan klinis, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses asesmen melalui OSCE Digital. Dengan hasil penilaian yang dapat diketahui secara real-time, sistem tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang kompeten, profesional, adaptif terhadap teknologi, dan siap memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas.