Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi D-III Keperawatan Waikabubak Tahun 2026
Waikabubak, 22 Agustus 2026 — Program Studi D-III Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDK) Tahun 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Prodi D-III Keperawatan Waikabubak tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA dan diikuti oleh mahasiswa Prodi D-III Keperawatan Waikabubak.
Kegiatan LDK tahun 2026 mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas, Adaptif, Kolaboratif dan Bertanggung Jawab.” Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan kegiatan dalam rangka membekali mahasiswa dengan kemampuan kepemimpinan, membangun karakter positif, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mendorong mahasiswa agar mampu berperan aktif dalam kehidupan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
LDK merupakan salah satu kegiatan penting dalam pengembangan soft skill mahasiswa. Selain memperoleh pengetahuan akademik di ruang perkuliahan, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa keperawatan yang nantinya akan bekerja sebagai tenaga kesehatan dan berinteraksi secara langsung dengan pasien, keluarga, masyarakat, serta berbagai profesi kesehatan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi dan pengalaman kepada mahasiswa. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Adri Umbu Raisi Sabaora, S.H., Yonathan B. Agu Ate, S.Sos., M.Si., dan Yublina Pandarangga, S.S. Kehadiran para narasumber memberikan perspektif yang beragam kepada mahasiswa mengenai kepemimpinan, karakter, komunikasi, tanggung jawab, serta pentingnya membangun sikap positif dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan, kekompakan, komunikasi dan kerja sama antarmahasiswa. Berbagai kegiatan kelompok menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi, menyampaikan pendapat, bekerja bersama, serta belajar mengambil peran dalam kelompok.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjadi ketua atau pemimpin organisasi. Kepemimpinan juga tercermin dari kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap tugas, mampu memberikan teladan, menghargai pendapat orang lain, mengambil keputusan secara bijaksana, serta mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Nilai integritas menjadi salah satu aspek utama yang ditekankan dalam LDK. Mahasiswa diharapkan mampu membangun karakter yang jujur, konsisten antara perkataan dan tindakan, serta memiliki komitmen terhadap tanggung jawab yang diberikan. Nilai tersebut sangat relevan dengan profesi keperawatan yang menuntut sikap profesional, etis, disiplin dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Selain integritas, mahasiswa juga didorong untuk memiliki karakter adaptif. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sistem pelayanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah menuntut tenaga kesehatan untuk mampu beradaptasi. Karena itu, sejak berada di bangku pendidikan mahasiswa perlu dilatih untuk terbuka terhadap perubahan, mampu belajar dari pengalaman, serta mampu menghadapi tantangan dengan sikap positif dan solutif.
Aspek kolaboratif juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Dalam dunia kesehatan, pelayanan kepada pasien tidak dapat dilakukan secara individual, tetapi membutuhkan kerja sama antara berbagai tenaga kesehatan dan pihak terkait. Melalui LDK, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya komunikasi, koordinasi, saling menghargai dan membangun kerja sama yang efektif untuk mencapai tujuan bersama.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya sesi interaksi dan aktivitas bersama mahasiswa. Dokumentasi kegiatan menunjukkan mahasiswa mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias, baik saat mengikuti arahan, kegiatan kelompok, sesi bersama narasumber maupun pada saat foto bersama. Kekompakan yang terlihat selama kegiatan menjadi salah satu gambaran bahwa LDK tidak hanya menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antarmahasiswa.
Pelaksanaan LDK juga menjadi bagian dari upaya Prodi D-III Keperawatan Waikabubak dalam mendukung pembentukan mahasiswa yang unggul, mandiri dan berkarakter. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi profesional di bidang keperawatan, tetapi juga memiliki kemampuan interpersonal dan kepemimpinan yang dapat mendukung pelaksanaan tugasnya di masa depan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial maupun dalam lingkungan masyarakat. Pengalaman yang diperoleh selama LDK diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam mengambil peran, menyampaikan gagasan, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan dan menjalankan tanggung jawab secara profesional.
Rangkaian kegiatan LDK Tahun 2026 berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Mahasiswa dan narasumber melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus menjadi bagian dari kenangan pelaksanaan kegiatan. Antusiasme dan partisipasi mahasiswa selama kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan kepemimpinan memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional.
Dengan terlaksananya Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Tahun 2026, Prodi D-III Keperawatan Waikabubak berharap mahasiswa semakin mampu mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang berintegritas, adaptif, kolaboratif dan bertanggung jawab, sejalan dengan semangat pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang profesional dan berkarakter.