Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi D.III Keperawatan Waikabubak [email protected]

Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Prodi D-III Keperawatan Waikabubak Berlangsung Sukses

05 Aug 2026
02:40 WIT

Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Prodi D-III Keperawatan Waikabubak Berlangsung Sukses

Waikabubak, 5 Agustus 2026 – Program Studi D-III Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, melaksanakan Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan sivitas akademika sekaligus mendukung program prioritas pemerintah dalam pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB).

Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan kampus ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, jajaran petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas, dosen dan tenaga kependidikan Prodi D-III Keperawatan Waikabubak, serta seluruh mahasiswa yang mengikuti pemeriksaan kesehatan secara antusias.

Pelaksanaan kegiatan merupakan bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kampus yang sehat, aman, dan bebas dari penularan penyakit menular. Selain melakukan skrining kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), peserta juga mengikuti rangkaian pemeriksaan dan penelusuran (tracing) Tuberkulosis sebagai langkah deteksi dini bagi kelompok yang memiliki risiko paparan lebih tinggi.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Program Studi D-III Keperawatan Waikabubak menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Kesehatan beserta seluruh tenaga kesehatan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama yang sangat penting. Pertama, melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diharapkan seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mengetahui kondisi kesehatan dasar masing-masing sehingga berbagai faktor risiko penyakit dapat dikenali sedini mungkin. Menurutnya, upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan berkala jauh lebih efektif dibandingkan menunggu seseorang mengalami sakit.

Tujuan kedua adalah pelaksanaan Tracing Tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari gerakan nasional "TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh)". Program ini bertujuan menemukan secara dini kemungkinan kasus Tuberkulosis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan tuntas. Dengan demikian, rantai penularan penyakit dapat dicegah sedini mungkin.

Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang memiliki potensi paparan lebih tinggi terhadap penyakit menular karena secara rutin melaksanakan praktik klinik di rumah sakit, puskesmas, maupun praktik keperawatan komunitas. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan dan tracing TB bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran, melainkan sebagai bentuk perlindungan bagi mahasiswa sekaligus memastikan lingkungan kampus tetap sehat dan aman.

"Deteksi dini lebih baik daripada mengobati. Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan bahwa seluruh sivitas akademika berada dalam kondisi kesehatan yang baik sehingga mampu menjalankan proses pembelajaran dan praktik klinik secara optimal. Mari bersama-sama mewujudkan Kampus Sehat dan Mahasiswa Sehat," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan pembukaan.

Seluruh mahasiswa juga diajak untuk mengikuti setiap tahapan pemeriksaan secara tertib, kooperatif, dan jujur dalam memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan masing-masing. Keterbukaan peserta menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan proses skrining dan tracing sehingga hasil pemeriksaan benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai dasar tindak lanjut apabila diperlukan.

Ketua Program Studi turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat dan Puskesmas yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan keahlian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada sivitas akademika Prodi D-III Keperawatan Waikabubak. Sinergi antara institusi pendidikan dan sektor kesehatan dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung program pemerintah untuk eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Para mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai alur yang telah ditetapkan oleh panitia dan petugas kesehatan. Selain pemeriksaan kesehatan dasar, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengenali gejala Tuberkulosis, serta memahami langkah-langkah pencegahan penularan penyakit di lingkungan kampus maupun saat menjalani praktik klinik.

Melalui kegiatan ini, Prodi D-III Keperawatan Waikabubak kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, produktif, dan berkualitas. Upaya promotif dan preventif seperti skrining kesehatan serta tracing TB diharapkan menjadi budaya positif yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan secara resmi dibuka dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus menjaga semangat "Sehat, Kompeten, dan Melayani", sebagai nilai yang senantiasa menjadi landasan dalam proses pendidikan calon tenaga keperawatan di Prodi D-III Keperawatan Waikabubak.