Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi D.III Keperawatan Waikabubak [email protected]

Gerakan Desa Kori Bebas TB: Kolaborasi DWP Sumba Barat Daya dan Prodi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang

05 Sep 2026
07:47 WIT

Gerakan Desa Kori Bebas TB: Kolaborasi DWP Sumba Barat Daya dan Prodi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang

Sumba Barat Daya, 5 September 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumba Barat Daya berkolaborasi dengan Program Studi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan “Gerakan Desa Kori Bebas TB” di Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan tuberkulosis (TB) di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) kepada penderita TB, edukasi kesehatan, serta pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kodi Utara, Kepala Desa Kori beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat, Kepala Puskesmas Kori beserta staf dan tenaga kesehatan, pengurus serta anggota DWP Kabupaten Sumba Barat Daya, dosen, staf, dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Waikabubak, para penderita TB, serta masyarakat Desa Kori.

Penanggulangan TB Membutuhkan Kolaborasi

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumba Barat Daya, Grasiana Florida Boa, S.Kep., Ns., M.Kep., menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain menjalankan tugas sebagai Ketua DWP Kabupaten Sumba Barat Daya, ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang.

Peran tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara DWP Kabupaten Sumba Barat Daya dan institusi pendidikan kesehatan dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya penderita TB dan keluarganya.

Dalam sambutannya, Grasiana Florida Boa menyampaikan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Penanganan TB tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi memerlukan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, keluarga, dan seluruh warga.

“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kerja sama dan kepedulian bersama. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara DWP Kabupaten Sumba Barat Daya dan Program Studi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Gerakan Desa Kori Bebas TB diwujudkan melalui tiga aksi nyata. Pertama, pemberian makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi penderita TB agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Kedua, edukasi kesehatan untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan, penularan, dan pengobatan TB tanpa memberikan stigma kepada penderita. Ketiga, Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.

Edukasi Kesehatan oleh Dosen Prodi Keperawatan Waikabubak

Materi edukasi kesehatan disampaikan oleh Petrus Belarminus, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Sekretaris sekaligus dosen Program Studi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dalam penyampaian materinya, masyarakat diberikan pemahaman mengenai tuberkulosis, gejala yang perlu diwaspadai, cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan sejak dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan sampai tuntas.

Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat kepada penderita TB. Pasien perlu didampingi selama menjalani pengobatan dan tidak boleh dikucilkan atau diberikan stigma. TB dapat diobati dan disembuhkan apabila pasien disiplin mengonsumsi obat serta mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga pengobatannya selesai.

Pemberian PMT dan Cek Kesehatan Gratis

Dalam kegiatan ini, penderita TB memperoleh pemberian makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung proses pemulihan selama menjalani pengobatan.

Pelayanan Cek Kesehatan Gratis dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas Kori bersama staf dan tenaga kesehatan. Pemeriksaan tersebut bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kehadiran Camat Kodi Utara, Kepala Desa Kori, Kepala Puskesmas Kori, para anggota DWP Kabupaten Sumba Barat Daya, serta sivitas akademika Program Studi Keperawatan Waikabubak menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya mewujudkan Desa Kori yang sehat dan bebas TB.

Grasiana Florida Boa juga memberikan semangat kepada para pasien agar tetap disiplin menjalani pengobatan.

“Bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan, tetaplah semangat dan disiplin minum obat hingga tuntas. Kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting untuk mendukung kesembuhan dan mencegah penularan TB di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” pesannya.

Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat

Keterlibatan dosen, staf, dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Waikabubak merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan dan kompetensi di bidang keperawatan diterapkan secara langsung untuk membantu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara DWP Kabupaten Sumba Barat Daya, Poltekkes Kemenkes Kupang, Pemerintah Kecamatan Kodi Utara, Pemerintah Desa Kori, Puskesmas Kori, tokoh masyarakat, dan seluruh warga dalam meningkatkan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Pada akhir sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Sumba Barat Daya menyampaikan terima kasih kepada Camat Kodi Utara, Kepala Desa Kori dan seluruh perangkat desa, Kepala Puskesmas Kori beserta staf, pengurus dan anggota DWP, tim Program Studi Keperawatan Waikabubak, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Melalui Gerakan Desa Kori Bebas TB, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan TB semakin meningkat, penderita memperoleh dukungan yang memadai, serta terbangun komitmen bersama menuju Desa Kori yang sehat dan bebas TB.

Bersama bergerak, bersama peduli, menuju masyarakat Sumba Barat Daya yang sehat dan bebas TB.