Pimpinan Poltekkes Kemenkes Kupang Laksanakan Mitigasi Risiko di Prodi D3 Keperawatan Waikabubak

Waikabubak, 28 September 2026 — Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Maria Hilaria, S.Si., S.Farm., Apt., M.Si., bersama Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Margareta Teli, S.Kep., Ns., M.Sc.PH., Ph.D., dan Kepala Subbagian Administrasi Umum, Nayamanto Namu Natu, SKM., MKM., melaksanakan kegiatan Mitigasi Risiko di Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Kupang dalam memperkuat tata kelola dan pengendalian risiko pada tingkat program studi. Mitigasi risiko diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai potensi hambatan terhadap pencapaian target kinerja, menentukan langkah pengendalian, serta memastikan adanya tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Kasubag Administrasi Umum, Nayamanto Namu Natu, SKM., MKM., memberikan pemaparan materi terkait mitigasi risiko. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya mengenali risiko sejak dini, mengidentifikasi faktor penyebab dan dampaknya terhadap pencapaian sasaran, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Mitigasi risiko tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pemenuhan administrasi, tetapi menjadi instrumen manajemen yang perlu diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan program dan pencapaian indikator kinerja.
Melalui pemaparan tersebut, pengelola program studi didorong untuk melakukan pemetaan terhadap risiko-risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target. Setiap risiko perlu diikuti dengan rencana mitigasi yang jelas, penanggung jawab, langkah tindak lanjut, serta monitoring dan evaluasi secara berkala sehingga potensi permasalahan dapat dikendalikan sedini mungkin.
Dalam pembahasan bersama pimpinan, terdapat tiga fokus utama mitigasi risiko di Prodi D3 Keperawatan Waikabubak, yakni lulusan tepat waktu, persentase kelulusan Uji Kompetensi (UKOM), dan pencapaian target Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru). Ketiga indikator tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan capaian kinerja akademik, mutu lulusan, dan keberlanjutan program studi.

Pada aspek lulusan tepat waktu, program studi didorong melakukan pemetaan dan monitoring perkembangan akademik mahasiswa secara berkala. Mahasiswa yang berpotensi mengalami keterlambatan studi perlu diidentifikasi lebih awal sehingga dapat diberikan pendampingan dan intervensi yang sesuai, termasuk dalam penyelesaian kewajiban akademik dan tugas akhir.
Untuk persentase kelulusan Uji Kompetensi, diperlukan persiapan yang semakin terarah melalui pemetaan kemampuan mahasiswa, evaluasi hasil try out, pembimbingan, pengayaan materi, serta latihan soal secara terstruktur. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk menentukan intervensi khusus bagi mahasiswa yang masih memerlukan penguatan kompetensi sebelum mengikuti Uji Kompetensi Nasional.
Sementara itu, pada aspek target Sipenmaru, program studi didorong untuk memperkuat strategi promosi dan sosialisasi, memperluas jejaring dengan sekolah dan masyarakat, serta mengoptimalkan pemanfaatan media digital. Informasi mengenai keunggulan program studi, fasilitas pembelajaran, inovasi, kegiatan kemahasiswaan, hingga prospek lulusan perlu disampaikan secara lebih luas untuk meningkatkan minat calon mahasiswa.
Kehadiran Direktur, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, dan Kasubag Administrasi Umum sekaligus menjadi bentuk pendampingan pimpinan terhadap program studi dalam menghadapi berbagai risiko pencapaian target. Melalui identifikasi risiko yang tepat dan langkah mitigasi yang terencana, setiap potensi kendala diharapkan dapat ditangani lebih dini dan tidak berkembang menjadi hambatan terhadap pencapaian kinerja.
Dengan mitigasi risiko yang terencana, kolaborasi yang kuat, dan pendampingan yang berkelanjutan, setiap mahasiswa diharapkan dapat meraih kelulusan tepat waktu. Bersama, Poltekkes Kemenkes Kupang terus berupaya mewujudkan lulusan yang unggul, kompeten, dan tepat waktu, sekaligus meningkatkan keberhasilan Uji Kompetensi serta pencapaian target penerimaan mahasiswa baru.