Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi D.III Keperawatan Waikabubak [email protected]

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang Laksanakan Rapat Perdana di Prodi D3 Keperawatan Waikabubak

10 Aug 2026
05:09 WIT

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang Perkuat Evaluasi Kinerja dan Tata Kelola Prodi D3 Keperawatan Waikabubak

Waikabubak, 10 Agustus 2026 — Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan rapat perdana bersama jajaran pengelola Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat koordinasi, mengevaluasi kinerja, meninjau pelaksanaan program kerja, serta memastikan tata kelola program studi berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan target institusi.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang didampingi oleh Wakil Direktur II, Dr. Norma Tiku Kambuno, S.Si., Apt., M.Kes. Rapat dibuka oleh Ketua Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak dan dihadiri oleh jajaran pengelola serta unsur terkait di lingkungan program studi.

Tiga Agenda Strategis: Monev, RKT, dan Manajemen Risiko

Dalam rapat tersebut, perhatian utama Direktur diarahkan pada tiga agenda strategis, yaitu capaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II, review Rencana Kerja Tahunan (RKT) Prodi, serta evaluasi pelaksanaan manajemen risiko.

Ketiga agenda tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa program kerja Prodi D3 Keperawatan Waikabubak tidak hanya terlaksana, tetapi juga memiliki capaian yang terukur, dapat dievaluasi, serta mampu mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian target.

Evaluasi Capaian Monev Triwulan II

Pembahasan diawali dengan paparan capaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan Prodi Waikabubak berdasarkan target dan indikator yang telah ditetapkan.

Melalui Monev, dilakukan penelaahan terhadap capaian yang telah diperoleh, kegiatan yang telah dilaksanakan, kendala yang masih dihadapi, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk meningkatkan capaian pada periode berikutnya.

Direktur menekankan pentingnya hasil Monev tidak berhenti pada aspek pelaporan, tetapi harus menjadi instrumen pengendalian dan perbaikan kinerja. Setiap hasil evaluasi perlu ditindaklanjuti secara nyata sehingga permasalahan yang ditemukan dapat segera diselesaikan dan capaian kinerja dapat terus ditingkatkan.

Selain capaian Monev Triwulan II, rapat juga membahas paparan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Triwulan III yang disampaikan oleh Sekretaris Program Studi. Paparan tersebut menjadi bahan untuk melihat perkembangan capaian kinerja prodi sekaligus mengidentifikasi indikator yang masih perlu diperkuat dalam rangka mencapai target institusi.

Review Rencana Kerja Tahunan Prodi

Agenda strategis kedua adalah Review Rencana Kerja Tahunan (RKT) Prodi D3 Keperawatan Waikabubak.

Review RKT dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara rencana kerja, pelaksanaan kegiatan, target, indikator kinerja, serta sasaran strategis yang telah ditetapkan. Melalui review ini, program kerja yang telah berjalan dapat dievaluasi efektivitasnya, sementara kegiatan yang belum optimal dapat diperkuat melalui langkah tindak lanjut yang lebih terarah.

Pembahasan RKT juga menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan di tingkat program studi memiliki target dan indikator yang jelas, dapat diukur, serta memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian kinerja institusi.

Direktur mendorong agar RKT tidak hanya dipandang sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi instrumen kerja yang digunakan secara aktif dalam mengarahkan, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang tahun.

Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Risiko

Agenda strategis ketiga adalah Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Risiko di lingkungan Prodi D3 Keperawatan Waikabubak.

Evaluasi dilakukan terhadap berbagai risiko yang telah diidentifikasi dalam pelaksanaan program kerja, termasuk potensi hambatan terhadap pencapaian target, langkah pengendalian yang telah dilakukan, serta tindak lanjut terhadap risiko yang masih membutuhkan perhatian.

Penerapan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola program studi. Dengan identifikasi dan pengendalian risiko yang baik, berbagai potensi permasalahan dapat diantisipasi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi hambatan yang lebih besar terhadap pencapaian sasaran program studi.

Ketiga agenda tersebut—Monev, RKT, dan Manajemen Risiko—saling berkaitan dalam membangun siklus tata kelola yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, pengendalian, hingga tindak lanjut.

Laporan Kondisi dan Perkembangan Prodi

Selain tiga agenda utama tersebut, rapat juga membahas laporan perkembangan Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana serta berbagai kendala yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan.

Laporan kondisi prodi menjadi bahan bagi pimpinan untuk mengetahui kebutuhan riil di lapangan sekaligus menentukan prioritas pengembangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Penguatan Tata Kelola dan Identitas Institusi

Dalam arahannya, Direktur memberikan penekanan mengenai pentingnya keseragaman identitas dan tata kelola administrasi institusi.

Penggunaan warna, logo, sertifikat, template dokumen, serta berbagai bentuk komunikasi resmi di lingkungan prodi diarahkan agar senantiasa mengikuti ketentuan dan standar yang telah ditetapkan oleh Poltekkes Kemenkes Kupang.

Keseragaman tersebut menjadi bagian dari penguatan identitas institusi serta memastikan seluruh produk administrasi dan komunikasi resmi memiliki standar yang konsisten.

Penguatan Kepegawaian

Direktur juga memberikan arahan terkait kepegawaian, termasuk pentingnya penataan sumber daya manusia, pembagian tugas yang efektif, peningkatan kompetensi, serta pengembangan profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan.

Penguatan aspek kepegawaian diharapkan mampu mendukung kebutuhan program studi serta meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan akademik.

Penguatan Uji Kompetensi dan Target Kompetensi

Pada bidang akademik, Direktur memberikan perhatian terhadap persiapan Uji Kompetensi serta ketercapaian target kompetensi mahasiswa.

Prodi diarahkan untuk terus memperkuat proses pembelajaran dan evaluasi kompetensi sehingga mahasiswa memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi uji kompetensi dan memasuki dunia kerja.

Upaya tersebut perlu didukung dengan pemanfaatan berbagai metode pembelajaran, simulasi, evaluasi berkala, serta fasilitas akademik yang tersedia di Prodi Waikabubak.

Penguatan Sipenmaru dan Promosi Prodi

Dalam pembahasan penerimaan mahasiswa baru, disampaikan bahwa capaian Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) masih berada di bawah target yang ditetapkan.

Direktur memberikan arahan agar promosi Prodi Waikabubak diperkuat melalui strategi yang lebih terarah dan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, khususnya media digital.

Keunggulan program studi, fasilitas pendidikan, inovasi pembelajaran, prestasi mahasiswa, peluang karier lulusan, serta berbagai capaian prodi perlu dikomunikasikan secara lebih luas kepada calon mahasiswa dan masyarakat.

Persiapan Alumni Goes to International

Rapat juga membahas persiapan Alumni Goes to International sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan.

Persiapan tersebut mencakup penguatan kompetensi keperawatan, kemampuan bahasa asing, kesiapan profesional, serta pemahaman terhadap kebutuhan dan standar pelayanan kesehatan di tingkat internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Prodi Waikabubak dalam mempersiapkan lulusan agar memiliki peluang berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di lingkungan kerja internasional.

Paparan Inovasi Prodi Waikabubak

Dalam rapat tersebut juga dilakukan paparan berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Prodi D3 Keperawatan Waikabubak.

Paparan disampaikan oleh Penanggung Jawab Akademik, Ririn Widyastuti, yang memperkenalkan berbagai sistem dan inovasi digital untuk mendukung tata kelola, pembelajaran, monitoring, evaluasi, dan dokumentasi kegiatan akademik.

Beberapa inovasi yang dipaparkan antara lain Moneva, SI-Mitra, OSCE Digital, Dokumen Publik, SDKI, Manriks, Digital Logbook, Portal Pembelajaran Bahasa Jepang dan Keperawatan, serta sistem pelaporan CBT.

Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi digital Prodi Waikabubak dalam membangun tata kelola yang lebih efektif, efisien, terdokumentasi, terukur, transparan, dan mudah dipantau.

Peninjauan Sarana dan Prasarana

Mengakhiri rangkaian kegiatan, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang bersama Wakil Direktur II melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana Prodi D3 Keperawatan Waikabubak.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas yang mendukung proses pendidikan dan kegiatan akademik mahasiswa.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah rencana rehabilitasi Laboratorium Keperawatan serta Aula Prodi D3 Keperawatan Waikabubak. Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan pembelajaran dan mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan akademik.

Memperkuat Budaya Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Rapat perdana Direktur di Prodi D3 Keperawatan Waikabubak menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan.

Penekanan pada Capaian Monev Triwulan II, Review RKT, dan Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Risiko menunjukkan pentingnya pengelolaan program studi yang berbasis data, target, indikator kinerja, serta pengendalian risiko.

Melalui sinergi antara pimpinan Poltekkes Kemenkes Kupang dan jajaran pengelola Prodi D3 Keperawatan Waikabubak, diharapkan setiap rencana kerja dapat dilaksanakan secara lebih terarah, setiap capaian dapat diukur dan dievaluasi, serta setiap potensi risiko dapat dikendalikan secara sistematis.

Dengan penguatan tata kelola tersebut, Prodi D3 Keperawatan Waikabubak terus diarahkan menjadi program studi yang adaptif, inovatif, akuntabel, berorientasi pada mutu, serta mampu menghasilkan lulusan keperawatan yang kompeten dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.